[Tekan Tombol Ctrl + D Di Keyboard Anda Untuk Simpan/ Bookmark Alamat Website Ini Di Internet Browser Anda]
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
duniarumah duniarumah
Tampilkan postingan dengan label Material. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Material. Tampilkan semua postingan

Rangka Dinding dari Baja Ringan

Salah satu struktur rumah yang pengerjaannya membutuhkan waktu yang tidak sedikit adalah dinding. Secara konvensional, struktur dinding dibuat dari pasangan bata, beton aerasi, atau batako. Namun bila anda menginginkan pembuatan dinding yang cepat, anda bisa mengganti struktur konvensional dengan struktur rangka dinding baja ringan.
Struktur dinding baja yang terbuat dari bahan baja ringan dengan mutu tinggi (high tensile/ Hi-ten) dengan lapisan 55% aluminium, 43,5% Zinc, dan 1,5% alloy ini sebenarnya tidak hanya menggantikan fungsi dinding, tetapi juga menggantikan fungsi kolom, dan dapat mendukung beban struktur yang ada di atasnya. Dengan demikian, pemakaian struktur rangka ini tidak lagi memerlukan kolom dan balok.
Rangka dinding ini berbeda dengan partisi untuk gypsum. Rangka gypsum bersifat tidak structural (non-load bearing wall) yang tidak memungkinkan untuk menerima beban. Kelebihan lain struktur dinding baja ringan selain cepat adalah ringan bobotnya, kuat terhadap serangan rayap, dan tahan gempa. Struktur ini juga cocok bila digunakan pada bangunan yang lokasinya mempunyai daya dukung tanah yang tidak begitu baik.
Pemasangan rangka dinding akan menumpu sloop di atas pondasi. Antar-sloop dengan rangka dinding diikat dengan menggunakan dynabolt (angkur) sehingga beban bisa diteruskan ke pondasi.
Untuk material penutup dinding, bagian luar bisa menggunakan panel dinding baja ringan (metal cladding), GRC, Fiber Cement (calciboard), atau kayu. Sedangkan untuk dinding bagian dalam bisa menggunakan gypsum.
Dari sisi harga, struktur rangka dinding baja ringan sedikit lebih murah, dan tidak jauh berbeda dengan system konvensional.
source infobangunan.com

SYSTEM EMMEDUE(M SYSTEM)

Pendahuluan

System Emmedue merupakan revolusi baru di bidang konstruksi dengan sistim dinding terbuat dari beton bukan bata (load bearing wall ).sehingga memungkinkan dibangun hingga 20 lantai.ide sistim ini adalah berasal dari industri panel yang sudah diaplikasikan ke banyak proyek.Teknologi ini dikembangkan di Italia pada dua puluh lima tahun silam. di Indonesia sistim emmedue ini diadopsi oleh Dusaspun dengan nama M system
Sistim ini bisa diaplikasikan untuk dinding penahan struktur atas(tidak memakai kolom),pelat lantai,tangga, partisi. dalam artikel konstruksi ini akan dibahas komponen sistem emmedue/ m system,keuntungan dan kelemahannya.
Komponen system Emmedue/M system

Komponen sistim terdiri dari 3 bahan
1.Wiremesh
Besi yang terjalin seperti anyaman dengan diameter 2.5 - 5 mm
2.Polystyrene
Bahan yang terbuat dari carbon, hidrogen dan 98 % udara,ketebalan dan kerapatan panel polystrene tergantung kebutuhan.minimum kerapatan = 15 kg/m3.
3.Beton
Beton disini hanya untuk menyelimuti polystrene(selimut beton), volumenya bukan setebal dindingdengan kekuatan 25 MPadan ketebalan > 2.5 mm

Keuntungannya system Emmedue/M system dalam artikel konstruksi ini

1.Tidak usah mengeluarkan biaya untuk konsultan strukturnya, karena yang mendesign harus dari applicatornya.
2. Cocok untuk daerah yang jauh dari beton readymix, karena volume betonnya sedikit, maka bisa sitemix

Kelemahannya system Emmedue/M systemdalam artikel konstruksi ini

1. Harganya /m2 lebih mahal sekitar 1.5 x daripada sistim konvensional (lebih cocok di negara barat yang tenaganya mahal
sehingga bisa lebih murah memakai sistim ini karena tidak perlu banyak pekerja).
2.Orang awam susah menerimanya karena bahannya polystyrene (mirip chroloform) dilapis beton bertulang , bukan beton bertulang murni
yang terlihat lebih kuat.
Author by Levi 011008

Bata Imitasi Tampil Aksi

Tidak hanya bata merah yang membuat ruang berkesan natural. Bata imitasi juga bisa. Seperti apa sosoknya?

Bata imitasi yang kami tampilkan ini sejatinya terbuat dari campuran kertas koran bekas, semen putih, air, dan perekat. Namun tampilannya cukup mirip dengan bongkahan bata asli. Bobot lembaran bata inipun hanya 1/3 aslinya. Jadi kalau sebuah bata merah beratnya 500gram, bata imitasi hanya 167gram. Cukup ringan kan.

Yang juga menarik, proses pemasangan bata imitasi ini mudah dan ringkas. Untuk area 9m2, bata merah dipasang dalam waktu enam-delapan jam. Untuk luasan yang sama, pemasangan bata imitasi hanya empat jam.

Berikut ini ada empat motif bata imitasi yang telah tersedia di pasar:

Penulis: Whery
Foto: Richard

Batu Alam untuk Dinding dan Lantai

Penggunaan batu alam pada bangunan menciptakan kesan alami. Selain itu, juga memberikan suasana yang lebih sejuk.

Kini batu alam tidak sekedar berfungsi sebagai material dinding atau lantai. Berbagai rumah dan bangunan lain memanfaatkannya sebagai elemen dekoratif. Biasanya diaplikasikan untuk dinding dan lantai eksterior rumah. Beberapa jenis batu, lebih banyak diaplikasikan pada taman.

Umumnya, batu alam dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu batu keras dan batu lunak. Pengelompokkan tersebut didasarkan pada kekuatan dan tingkat porositasnya. Batuan keras berusia lebih tua, sehingga lebih keras dari batu lunak.

Batu andesit, marmer, dan granit, adalah yang termasuk jenis-jenis batu keras. Sedangkan yang termasuk batu lunak antara lain, batu paras, palimanan, dan batu candi. Jenis-jenis batu ini, juga memiliki tipe-tipe tertentu, sesuai dengan bentuk dan motifnya. Seperti batu andesit garis, yang merupakan batu andesit bermotif garis. Selain batu-batu tersebut, batu koral dan batu kali juga banyak diminati.

Pemasangan batu alam untuk dinding dan lantai, tidak dapat disamakan. Sebagai material untuk lantai, tentunya harus dipilih batu yang berpermukaan halus. Paling tidak, teksturnya tidak tajam. Hal ini tentunya dimaksudkan, agar tidak melukai kaki ketika diinjak. Pilihan jenis batu yang cocok, antara lain, batu palimanan, paras, marmer, andesit, dan batu koral.

Untuk penggunaan pada dinding, ragam dan jenis batu bisa lebih banyak. Jenis batu yang digunakan untuk lantai, juga bisa digunakan untuk dinding. Batu-batu dengan tekstur kasar pun bisa digunakan. Tekstur kasar boleh diaplikasikan untuk dinding, karena dinding tidak untuk diinjak. Sehingga kecil kemungkinannya dapat melukai.

Penulis: Tatang/Anissa
Foto: Tri

ads duniarumah

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action